๐บ๐๐๐๐๐๐ ๐ช๐๐๐๐๐๐๐๐: ๐ซ๐๐๐ ๐ป๐๐๐๐ ๐ป๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ ๐ท๐๐๐๐๐๐๐
Croissant, kue pastry berbentuk bulan sabit dengan lapisan berlapis-lapis dan tekstur renyah, adalah simbol kuliner Perancis yang terkenal di seluruh dunia. Sejarahnya, bagaimanapun, tidak dimulai di Perancis. Sebelum menjadi ikonik dalam budaya Perancis, croissant diyakini berakar di Timur Tengah dan Eropa Timur.
Croissant dapat dikaitkan dengan Kekaisaran Ottoman. Pada tahun 1700-an, orang Ottoman membawa kue berlapis yang disebut kifli atau kipferl ke Eropa Timur, terutama di Austria. Kipferl adalah roti sederhana dengan bulan sabit yang merupakan lambang Ottoman. Pada tahun 1683, pasukan Ottoman mencoba menyerang Wina, tetapi mereka gagal karena perlawanan yang kuat dari orang-orang di sana. Sepertinya para pembuat roti Austria membuat kue berbentuk bulan sabit ini untuk merayakan kemenangan mereka atas Ottoman.
Setelah itu, kipferl menyebar ke seluruh Eropa. Pada abad ke-18, Marie Antoinette, seorang wanita Austria, memperkenalkan makanan tersebut ke istana Perancis ketika dia menikahi Raja Louis XVI dari Perancis. Setelah itu, orang Perancis menambahkan metode pรขte feuilletรฉe, atau adonan berlapis, yang memberikan tekstur renyah croissant seperti yang kita kenal sekarang.Klik Disini
Pada tahun 1800-an, para pembuat roti Perancis mengubah dan memperbaiki resep ini, menghasilkan croissant dengan teknik laminasi, yaitu melipat mentega ke dalam adonan berulang kali untuk membuat lapisan tipis dan berlapis di luar. Proses ini membuat croissant terlihat renyah di luar, tetapi di dalamnya lembut dan berlapis. Tidak lama kemudian, croissant berkembang menjadi ikon makanan Perancis dan bahkan menjadi bagian dari sarapan klasik Perancis.
Croissant terus menjadi lebih populer, dan dikenal di seluruh dunia pada tahun 1800-an, terutama setelah Perang Dunia II. Sekarang, croissant tersedia dalam berbagai variasi, mulai dari almond hingga yang berisi cokelat, tetapi metode dan bentuk aslinya tetap digunakan sebagai penghormatan terhadap sejarah panjangnya.
Secara keseluruhan, bagaimana croissant berkembang dari kipferl menjadi kue khas Perancis menunjukkan bagaimana sejarah dan budaya dapat digabungkan dalam sebuah makanan. Croissant bukan hanya makanan, melainkan simbol dari perpaduan sejarah dan budaya yang panjang, yang menyatukan cita rasa kue Austria, Perancis, dan Timur Tengah dalam satu gigitan yang lezat.
.jpeg)
.jpeg)

Komentar
Posting Komentar